SDM

10 Aturan Penting Dalam Jamuan Bisnis (Part 2)

oleh Naomi Jayalaksana


Dok: Unsplash.com
 

Jamuan makan bisa jadi kesempatan untuk memperluas jejaring hingga diplomasi untuk meningkatkan hubungan bisnis. Namun perlu diingat, baik acara pertemuan makan pagi, makan siang, atau makan malam, ada beberapa aturan main dan etika yang perlu Anda pahami dari dua sisi: sebagai pengundang atau tamu yang diundang. Berikut panduan dari Meike Malaon, konsultan sumber daya manusia dari Daya Lima.

Baca Juga: 
10 ATURAN PENTING DALAM JAMUAN BISNIS (PART 1)

6/ Berpakaian pantas.
Seperti apa profil perusahaan atau tempat bekerja pengundang atau yang diundang? Jika pengundang berada di lingkungan kerja yang biasa berbusana batik, baiknya sebagai tamu kita datang dengan busana berbatik juga.

“Anda juga bisa menyesuaikan dengan lokasi pertemuannya. Jangan mengenakan pakaian terlalu santai saat datang ke restoran fine dining. Namun, jangan terlalu kasual atau heboh sampai harus ke salon. Dalam hal ini, Anda harus cukup sensitif untuk menimbang,” pesan Meike. Akan lebih mudah jika Anda menanyakan apakah ada dress code untuk acara jamuan makan ini.

7/ Memilih menu.
Kita harus tahu siapa tamu yang akan kita ajak makan. Tidak mungkin kita mengundang seorang vegetarian untuk acara makan siang di restoran steak. Sebagai pengundang, Anda bisa menanyakan kepada tamu undangan, apakah ia menganut pola diet tertentu, atau alergi makanan tertentu.

Sebagai tamu undangan, akan sangat mudah jika acara makan-makan itu memiliki menu yang sudah ditentukan. Biasanya keraguan akan muncul saat pengundang menyodori Anda daftar menu. Ada kekhawatiran menu yang Anda pesan tidak memenuhi bujet pengundang. Menurut Meike, ada cara aman dan halus untuk mengecek ini, misalnya dengan bertanya kepada rekan satu meja menu pesanan mereka. Atau, untuk lebih amannya, Anda bisa meminta rekomendasi kepada pengundang.

Jangan memilih menu yang butuh kerepotan tersendiri saat memakannya, misal kepiting saus padang, atau burger dengan saus berlelehan yang membuat Anda harus membuka mulut dengan lebar. Sebisa mungkin pilih makanan yang praktis dan memungkinkan Anda untuk makan dengan tetap bersih.

8/ Jangan sibuk sendiri dengan gadget.
Jangan tiap saat melihat ke layar ponsel, atau sibuk memeriksa pesan singkat yang masuk. Ini menunjukkan sikap kurang hormat. Atur ponsel Anda dalam mode silent. Gunakan mode getar untuk menyimpan ponsel di kantong atau tas, dan bukan di atas meja makan. Sebab hal ini akan sangat mengganggu.

“Jangan lupa meminta izin pengundang saat ada telepon masuk yang harus Anda angkat. Selain menunjukkan kesopanan, sikap ini menunjukkan respek Anda kepada mereka dan akan menjadi poin plus tersendiri,” jelas Meike. Jika telepon tersebut tak bersifat darurat, baiknya memakai fasilitas pesan instan otomatis di layar telepon, seperti “Can’t answer the phone, I will call you back,”.

9/ Jaga bahasa tubuh.
Kontak mata menjadi sangat penting saat kita berinteraksi dengan orang lain. Kontak mata ini akan menunjukkan respek dan ketertarikan Anda pada obrolan lawan bicara. Ada kalanya pertanyaan muncul saat Anda sedang mengunyah makanan. Dalam hal ini, jangan memaksakan diri untuk menjawab.

Hal paling sederhana yang bisa Anda lakukan adalah memberikan atensi dengan menganggukkan kepala, hingga Anda berhasil menelan makanan. Baru kemudian Anda bisa merespons. Jika perlu, minum seteguk air untuk memastikan tidak ada sisa makanan di lidah atau gigi.

Jangan pula berbicara dengan kedua tangan memegang garpu, sendok, atau pisau yang mengarah ke atas. Ini bisa membuat lawan bicara menjadi tidak nyaman. Sebaiknya, letakkan dulu alat makan Anda sebelum berbicara dengan lawan bicara.

10/ Soal Bayar
Dalam acara makan yang bersifat profesional seperti ini, pengundanglah yang mengambil alih tagihan. Sejak awal kedatangan beritahukan kepada pelayan restoran untuk memberikan tagihan langsung kepada Anda. Sehingga, pelayan tidak kebingungan dan justru memberikan tagihan itu kepada tamu. (f)

 

Naomi Jayalaksana
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article