SDM

Apakah Introvert Bisa Sukses Menjadi Entrepreneur?

oleh Yoseptin Pratiwi

Foto: Pixabay
 
Istilah introvert atau ekstrovert digunakan untuk membedakan sifat orang berdasarkan kesukaan mereka menghabiskan waktunya. Introvert cenderung diam, soliter dan menyukai hal-hal yang bersifat instropektif sementara extrovert sebaliknya, yaitu penuh energy, kolaboratif, dan menyukai sosialisasi. Dengan karakters eperti itu, sudah jelas bila seorang introvert, memilih ‘karier’ sebagai entrepreneur tentu menjadi tantangan.

Tapi, benarkah seorang introvert tidak bisa menjadi entrepreneur?

Jelas tidak begitu. Karena faktanya, banyak contoh-contoh pengusaha sukses yang ternyata seornag introvert.

‘Kelemahan’ si Introvert
Mengapa seorang introvert struggle ketika ingin menjadi seorang pebisnis? Karisma dinilai sebagai asset penting bagi seseorang yang mulai menekuni kewirausahaan. Dan, karisma ini identik dnegan orang ektrovert.  Sesorang yang karismatik akan lebih mudah menjalin networking, menginspirasi karyawan dan bisa mendapatkan kepercayaan lebih cepat dari pihak-pihak yang terkait dengan bisnis kita.

Menjadi sangat ‘sosial’ dan gampang bergaul juga membantu kita untuk bisa cepat akrab dengan ornag-orang baru, termasuk ketika kita datang ke suatu acara untuk pertama kalinya. Hal lain, kehidupan seorang pebisnis identik dengan hal-hal yang chaos dan ramai, sesuatu yang tidak nyaman bagi orang introvert. 

Tapi, bila Anda introvert, jangan khawatir, kita bisa belajar dari beberapa pebisnis ini bagaimana mereka berhasil menggunakan sifat introvert-nya untuk meraih sukses.

Larry Page
Bersama Sergey Brin, Larry Page menciptakan Google. Dan kita smeua tahu, bagaimana kisah Google pada akhirnya. Page bekerja untuk Google dan menjadi CEO sampai tahun 2001, lalu kembali ke posisinya pada tahun 2011 sampai tahun 2015 saat Google bermigrasi ke Alphabet.

Pada masa itu, penunjukkan Page pada posisinya dianggap aneh karena sifatnya yang sangat pendiam dan ‘geek’. Namun, kediaman Page justru membuatnya bisa berkreasi dan membuat inovasi-inovasi baru, baik produk maupun brand yang unik sehingga mampu menjadi perusahaan yang sangat besar kini. bagkan Google dianggap memiliki corporate culture yang baik.

Bill Gates
Menurut penemu Microsoft ini, “Jika Anda cerdas, maka Anda bisa belajar bagaimana mengambil keuntungan menjadi seorang introvert, mungkin bisa dikatakan, tidak masalah untuk berdiam diri berhari-hari, berpikir tentang hal-hal berat, membaca apapun yang Anda bisa, dan memacu diri untuk berpikir keras hingga melewati batas-batas area. Setelahnya, jika Anda menemukan sesuatu, maka Anda harus meng-hire orang ekstrovert sehingga bisa saling melengkapi.”

Mark Zuckerberg
Penemu facebook dan miliader muda ini oleh COO Facebook Sheryl Sandberg digambarkan sebagai pemalu, introvert dan seringkali terlihat tidak hangat pada orang-orang yang tidak mengenalnya, padahal dia adalah orang yang hangat.  Satu hal pasti, Mark memiliki tim yang bisa menambal ‘kekurangannya’ menjadi kelebihan sehingga membuat facebook berhasil menjadi sukses seperti saat ini.

Elon Musk
Kalau melihatnya sekarang, mungkin orang tidka percaya bahwa Musk dulu sorang yang pendiam dan introvert. Musk sendiri mengakui hal itu, hingga sampai pada suatu titik ia melihat pentingnya belajar komunikasi dan bersosialisasi agar ide-idenya bisa berhasil diwujudkan.

Kata kuncinya:
1/ menjadi introvert bukan berarti harus mendikte kelakuan Anda. Seorang introvert bukan berarti Anda tidak dapat bersosialisasi. Belajar dari Elon Musk, belajar untuk berkomunikasi dan bersosialisasi dan memupuk karisma.

2/ Banyak keuntungan menjadi seorang introvert, salah satunya orang introvert cenderung lebih kontemplatif dan pemikir. Jadi, gunakan kelebihan ini untuk mendapatkan solusi-solusi terbaik bagi usaha Anda.

3/ Baik introvert maupun ekstrovert tidak ada jaminan untuk sukses dalam bisnis. Sukses Anda ditentukan oleh action, bukan oleh sifat Anda seperti apa.

4/ Anda bisa memperbaiki setiap kelemahan Anda. Tapi tidak semua hal harus Anda kerjakan sendiri. Jika Anda termasuk sulit bergaul dan sulit bersosialisasi, ajaklah rekan yang bisa menutup kekurangan Anda. (f)

Baca Juga:
Cara Mengatasi Dampak Perubahan News Feed Facebook Pada Dunia Usaha
3 Cara Kerja Produktif Ala Bos Tesla Elon Musk

 

Yoseptin Pratiwi
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article