SDM

Lahan Besar Jadi Tour Guide Makanan

oleh Trifitria S. Nuragustina
Foto: Dok. Unsplash.com
 
Tren kuliner telah memunculkan beragam bisnis. Mulai dari yang berjualan makanan, menciptakan desain kemasan makanan, hingga jasa konsultan restoran. Yang belum banyak diterjuni justru adalah ceruk menjadi food guide, alias pemandu wisata makan.
 
Ini bisnis jasa yang potensial, mengingat makanan adalah bentuk entertainment yang menarik dan mengharapkan segala sesuatunya yang bersifat baru. Dari sekadar mencari tempat jajan di daerah yang belum mainstream, hingga terbang ke benua tetangga demi mencoba makanan dari budaya lain. 
 
Jika Anda orang yang tergolong senang mengoleksi daftar tempat jajan dan menguasai kisah mengenai destinasi-destinasi tersebut, menjadi food guide mungkin adalah celah yang perlu dicoba.
 
Berikut ini kriteria yang perlu Anda miliki jika tertarik menekuninya:
 
1/ Punya kemampuan berkomunikasi.
Guide yang baik juga harus menjelaskan sebuah story secara runut, menyentuh berbagai informasi. Data disampaikan dengan luwes, dapat dimengerti, dalam bahasa yang baik.
 
2/ Senang mengasuh sebuah grup.
Tentu, membawa sejumlah orang awam yang tidak Anda kenal sebelumnya bisa menimbulkan perasaan canggung. Namun, seseorang dengan sifat alami senang menghimpun banyak orang, membina, dan mengelola dengan kesabaran, akan merasakah keghadiran sebuah kelompok sebagai hal yang menyenangkan.
 
3/ Guide adalah planner yang baik.
Dari sisi jadwal survei, timeline promosi, hingga berada di lokasi temu on time perlu dikuasai oleh seorang guide. Saat tur, ia juga harus menjaga timing agar durasi tur tidak molor. Ia bisa mengantur flow wisata sehingga emosi kelompok terjaga. Kelompok jangan sampai cepat keletihan di awal tur karena kesalahan pengaturan urutan destinasi.
 
4/ Punya kemampuan membaca daya beli.
Bagaimanapun, tur harus terjual dalam harga yang reasonable. Kemampuan berburu makanan yang dimiliki mereka yang mulai hobi makan akan menimbulkan pemikiran tertentu jika harga tur dirasa terlalu mahal. Anda tidak boleh membuat para penggila makan ini merasa rugi atau diberikan tarif yang terlalu berlebihan. Tentu, Anda harus menaruh tarif jasa, namun jangan dipatok berlebihan, terutama bila Anda pemula, atau kemampuan Anda belum divalidasi oleh banyak pihak yang pro.
 
5/ Tahu destinasi dengan daya kunjung tinggi.
Tentu, ada banyak tempat yang terlalu mainstream yang bisa dianggap biasa-biasa saja bagi pehobi wiskul. Namun tempat yang sama bisa jadi sangat mengundang penasaran mereka yang buta kuliner. Solusinya, bagi paket tur Anda ke dalam kategori awam dan yang advanced.
 
6/ Service perlu diibuat memanjakan.
Banyak kasus dimana tur wiskul dibuat tanpa sentuhan produk jasa yang istimewa, sehingga tidak terjadi repeating customers. Anda perlu menciptakan sentuhan tertentu yang membuat peserta merasa seperti raja saat mengikuti dari awal. Misalnya dengan memberikan stationery yang bagus berkaitan tur, handuk basah, air minum yang personaized dengan stiker brand Anda, kenang-kenagan polaroid atau photo album! (f)

Baca juga:
The Betawi Salad, Bisnis Keren Makanan Sehat
Nasi Mangkuk Bawa Rendang ke Selera Masa Kini
 

 

Trifitria S. Nuragustina
-
Share This :

Trending

Related Article