The Power Of Brand Storytelling: Cerita NAH Project Dan MOZ5 Salon Muslimah

oleh Wanita Wirausaha Femina

Foto: dok.femina

Indonesian Women`s Forum 2018 telah resmi dibuka pada tanggal 8 November 2018, di hari pertama IWF menghadirkan Masterclass dengan tema The Power of Brand Storytelling. Masterclass di dalam Indonesian Women’s Forum 2018 ini merupakan persembahan dari Femina Group.

Keberhasilan sebuah bisnis tidaklah instan. Sebuah bisnis harus dibangun dengan konsep dan dibumbui kepercayaan oleh konsumen. Namun, tidak mudah kepercayaan didapat. Apalagi, di era pertukaran informasi yang tinggi, pandangan publik terhadap brand Anda bisa bersumber dari manapun. Karenanya, penting membangun branding yang kuat, agar DNA brand agar bisa sampai dengan tepat ke konsumen.

Tuhu Nugraha, Digital Strategy Expert & Trainer, Tri Mustika Dewi - Representatif dari MOZ5 Salon Muslimah, dan Rizky Arief Dwi Prakoso, Co-Founder Nah Project berbicara mengenai pentingnya membangun kepercayaan di dunia maya dengan cara membentuk storytelling yang tepat sasaran. Branding pada sebuah perusahaan akan menjadi sangat penting mengingat akan eksistensi suatu produk  dan perusahaan tersebut  dalam pasar. Branding pun menjadi suatu identitas sebuah perusahaan.

Namun, bagaimanakah sebenarnya agar sebuah produk atau perusahaan ini menjadi top of mind masyarakat? Dan apa pentingnya branding?

Tuhu mengatakan bahwa, “Branding sangat penting untuk produk ataupun perusahaan kita karena branding membangun kepercayaan, meningkatkan eksistensi produk atau perusahaan kita serta meningkatkan konsumen baru”

Setuju dengan Tuhu, Rizky Co-Founder dari NAH Project mengungkapkan bahwa pentingnya membangun kepercayaan konsumen untuk terus menjaga kualitas di tengah persaingan harga yang semakin meningkat. Rizky juga memaparkan bahwa untuk menjadikan sneakers NAH Project tetap bertahan dan bersaing dengan sneakers buatan luar negeri tidaklah mudah namun tidak ada yang tidak mungkin.

Tri, representative dari Salon Muslimah menjelaskan bahwa, “konsisten untuk selalu memberikan pelayanan yang sangat memuaskan menjadi kan Salon Muslimah tetap menjadi salon yang dipercaya oleh pelanggan kami namun tidak lepas juga dari storytelling yang kami ceritakan”

Walaupun sudah tumbuh pesat dan memiliki market yang luas, NAH Project tetap konsisten dengan komitmennya sedari awal, yaitu transparency price. NAH Project merupakan pelopor dan masih menjadi satu-satunya brand Indonesia yang melakukan metode transparency pricing hingga sekarang.
 
 
Sekarang ini kita membeli produk bukan hanya karena produk tersebut memang benar benar yang kita butuh kan ataupun memiliki kualitas yang tiada tara. Diatas itu semua, kita membeli suatu produk berdasarkan atas perasaan kita yang suka terhadap barang tersebut sehingga kita terus melakukan transaksi atas produk tersebut.

Tak berbeda dari NAH Project, Salon Muslimah menjadi salon andalan wanita muda karena harganya terjangkau dan juga pelayanan yang diberikan sangat memuaskan. Hal ini tentunya menjadi nilai tersendiri bagi Salon Muslimah terlebih lagi masih sedikitnya salon khusus muslimah yang ada di Indonesia.

“Kita akan menjadi loyal terhadap suatu brand atau merk tertentu, ketika brand/merk tersebut sudah menjual cerita kepada kita” jelas Tuhu, “Mereka menjual cerita yang membuat kita menjadi emosional dan faktor itulah yang sebenarnya kita beli.”

Hal ini lah yang mendasari konsumen untuk terus membeli suatu produk. Faktor emosional lah yang sangat berperan disini. Pada hakikatnya manusia cendrung membuat keputusan berdasarkan perasaannya. Faktor emosional menjadi penentu keputusan konsumen.

Membuat branding suatu produk atau perusahaan bukan hanya tentang cerita yang kita sampaikan kepada market, namun, bagaimana membangun konsistensi yang telah kita janjikan dari awal. Selain itu, nilai-nilai yang patut kita bawa antara lain, experience, visual, consistency, dan communication.

Branding dengan storytelling memang bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan membuat cerita yang relevan terhadap keseharian kita pun, akan menjadi nilai tersendiri serta memiliki keunikan dalam pemasaran.

Emiliana Candraningtyas, kontributor
 

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article