Ilmu Bisnis UKM

Ingin Unggul di Tahun 2020, Ini 5 Cara yang Harus Dilakukan Pemimpin Perusahaan

oleh Desiyusman Mendrofa

Foto: Pixabay

Di tahun 2010 lalu, 10 perusahaan teratas dunia berada di lima negara dan hanya dua yang bergerak di sektor terknologi. Saat ini, seperti dikutip dari www.weforum.org, 10 perusahaan teratas di dunia berada di Amerika dan Cina, mayoritas adalah perusahaan teknologi, dan beberapa di antaranya memiliki nilai hingga $ 1 triliun.
 
Beberapa tren yang sedang berkembang kemungkinan besar akan membentuk kembali lingkungan kompetitif di masa depan, termasuk kemajuan pesat dari kecerdasan buatan, perubahan tatanan ekonomi global, dan peningkatan pengawasan terhadap kontribusi bisnis yang lebih luas kepada masyarakat.
 
Untuk tetap unggul, para pemimpin baik di perusahaan teknologi atau perusahan tradisional, perlu melakukan beberapa langkah seperti memahami tren terkini dan memperlekapi kembali organisasi dengan orang-orang yang mumpuni.  
 
Persiapkan diri Anda untuk menjadi sebagai pemenang di tahun 2020 dengan menerapkan cara-cara berikut.
 
1/ Bersaing atau Berkolaborasi
Perkembangan tekonologi yang muncul seperti sensor, internet, dan kecerdasan buatan akan mengubah setiap bisnis menjadi bisnis informasi. Dengan semakin banyak data yang tersedia, alat yang lebih baik untuk memecahkan kode data, serta lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat, perusahaan harus bisa bersaing dengan memanfaatkan teknologi untuk mengidentifikasi dan memenuhi setiap perubahan kebutuhan setiap pelanggan.
 
Persaingan dan kolaborasi akan terjadi di dalam dan di antara ekosistem. Ekosistem bersifat dinamis dan tidak dapat dikontrol dengan sempurna, sehingga perusahaan perlu lebih berorientasi eksternal, untuk menggunakan pengaruh tidak langsung melalui platform dan pasar, dan untuk berevolusi bersama dengan mitra.
 
Beberapa perusahaan digital besar seperti Alibaba sukses memanfaatkan kekuatan ekosistem. Membangun platform yang menghubungkan banyak pihak seperti manufaktur, logistik, dan pemasaran dengan konsumen.
 
Perusahaan akan semakin bersaing dalam hal ketahanan. Percepatan perubahan teknologi, pergeseran kekuatan geopolitik, peningkatan pengawasan terhadap bisnis dan polarisasi masyarakat semuanya mengarah ke era ketidakpastian yang berkepanjangan, di mana siklus hidup perusahaan cenderung terus menyusut. Oleh karena itu perusahaan perlu khawatir tidak hanya tentang daya saing langsung, tetapi juga tentang kemampuan untuk menghadapi guncangan yang tidak terduga.
 
2/ Desain organisasi masa depan
Data besar (big data) dan kecerdasan buatan sudah mengubah kemampuan kita untuk belajar. Akan tetapi, inovasi organisasi diperlukan untuk membuka potensi dari teknologi baru. Menerapkan kecerdasan buatan saja tidak cukup, perusahaan harus menanamkan teknologi dalam lingkaran yang terintegrasi. Mengumpulkan informasi dari ekosistem data, memperoleh wawasan menggunakan mesin, dan bertindak atas wawasan tersebut secara mandiri, semua dengan kecepatan algoritmik.
 
Perusahaan juga harus mampu beradapatasi untuk kekuatan yang bergerak lambat, seperti perubahan sosial dan politik, yang semakin mengubah bisnis. Karena itu para pemimpin perlu merancang organisasi yang mau belajar dan beradaptasi pada semua rentang waktu dengan menggabungkan yang terbaik dari manusia dan mesin.
 
Algoritma harus dipercaya untuk mengenali pola dalam data dan menindaklanjutinya secara mandiri, sementara manusia harus fokus pada tugas tingkat tinggi seperti memvalidasi algoritma, membayangkan kemungkinan baru. Beberapa perusahaan digital telah mengadopsi prinsip-prinsip ini berupa mesin penetapan harga.
 
Tenaga manusia untuk memahami dan mengawasi tindakan mesin. Dengan demikian, para pemimpin perlu merancang organisasi yang fleksibel dan dinamis.
 
3/ Berani Bertransformasi
Mungkin karena takut menanggung risiko atau rasa puas diri, perusahaan terkemuka saat ini enggan untuk berubah. Namun, bila ingin menjadi unggu di tahun 2020 ini, perlu diciptakan rasa mendesak di dalam organisasi untuk memastikan bahwa setiap orang benar-benar memahami kebutuhan akan perubahan. Serta melakukan program transformasi sedini mungkin.
 
Tetapi, perlu kehati-hatian karena transformasi yang dilakukan bisa saja mengalami kegagalan. Untuk itu, pemimpin harus melakukan transformasi berbasis bukti. Para pemimpin juga perlu melakukan pendekatan dengan cara yang beragam untuk menerapkan perubahan.   
 
4/ Beragam Lebih Inovatif
Keberagaman dalam setiap bisnis atau organisasi bukan hanya keharusan secara moral. Tetapi dapat membuat bisnis lebih efektif dalam jangka panjang. Keanekaragaman yang paling jelas, seperti jenis kelamin, etnis dan orientasi seksual, memang penting dalam mendorong inovasi. Beragam pengalaman kerja dan latar belakang pendidikan juga bermakna. Dengan demikian, perusahaan yang beragam pada berbagai dimensi akan lebih inovatif. Untuk meraih potensi penuh keanekaragaman, organisasi juga perlu budaya yang kondusif untuk menggali ide-ide baru.
 
5/ Mengejar nilai sosial dan bisnis
Dampak dari perubahan iklim nyata terlihat, otomatisasi memicu ketakutan tentang masa depan pekerjaan, dan perusahaan yang paling sukses menjadi semakin kuat. Akibatnya, peran bisnis dalam masyarakat mulai dipertanyakan, mempertaruhkan keberlanjutan model kapitalisme perusahaan saat ini.
 
Agar permainan bisnis terus berjalan, bisnis perlu menjadi bagian dari solusi. Para pemimpin perlu secara proaktif membentuk isu-isu sosial kritis yang akan semakin memengaruhi bisnis. Memastikan bahwa bisnis menciptakan nilai sosial dan ekonomi. Ini tidak hanya dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dalam jangka panjang, tetapi juga dapat memperkuat kontrak sosial antara bisnis dan masyarakat, memastikan bahwa hubungan tersebut dapat bertahan lama. (f)

Baca Juga:

Strategi Cerdas Melawan Penuaan Dini Dari Dalam

Memasarkan Kamar Kost Secara Online


 

 

Desiyusman Mendrofa
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article