Inovasi Produk

Pisang Goreng Nugget. Laris, Paling Dicari!

oleh Trifitria S. Nuragustina

 

Foto: Dok. Instagram @bananugget_id


Perkembangan media sosial telah memberikan pengaruh positif pada dunia pemasaran. Selain kemudahan mencapai market serta fleksibilitas berinteraksi tanpa toko fisik, media sosial juga menjadi promotion tools yang jitu.
 
Jika dulu sebuh produk memerlukan word of mouth untuk memperkuat reputasi, kini testimoni cenderung berubah ke dalam bentuk visual, tanpa perlu bertatap muka untuk memperkuat impresi.  Melalui jendela media sosial, foto-foto ini menyatu menjadi sebuah bentuk beriklan yang baru.
 
Reaksi konsumen dalam jumlah yang masif bergulung-gulung dan menciptakan brand awareness. Dalam jumlah banyak, promosi ini menjadi viral, menciptakan rasa penasaran calon konsumen dan memberikan pengaruh positif pada volume penjualan.
 
Produk makanan menjadi sesuatu yang banyak bergulung menjadi sesuatu yang viral. Ketimbang produk fesyen, makanan lebih mudah dimodifikasi untuk menimbulkan efek greget dan menjadi sesuatu yang lebih lekat pada konsumsi keseharian.

Kini, hal yang booming itu salah satunya adalah pisang goreng nugget. Produk ini cermat menangkap kesukaan orang Indonesia: pisang goreng dan topping yang manis. Apalagi, orang Indonesia doyan ngemil.

Topping-nya dipermainkan menjadi berbagai rasa dan warna ngejreng. Dari yang ditaburi meises dan kacang, hingga cookie crumbs, serta sereal. Bentuk mungilnya menggemaskan, bite-sized.
 
Bahan baku yang tidak menyedot modal tinggi, ROI yang relatif cepat, dan kecocokan selera konsumen menjadikan pisang goreng nugget favorit banyak pebisnis baru. Kaesang Pangarep, anak dari Presiden RI Joko Widodo, bahkan ikutan menjualnya.

Sejumlah nama hadir menjualnya melalui platform Instagram. Sebut saja @thebananas_id (The Banana's Indonesia), @pisangnuggetbandung (Pisang Nugget Bandung), @mini_babanana (Mini Babanana), dan @bananugget_jkt (Bananugget). Beberapa dengan eksistensi yang sudah kuat memperkuat market penetration dengan membuka gerai fisik. Yang belum memilikinya, siap mengandalkan jasa pesan-antar.

Penikmat berlomba-lomba memesan, memotret, dan mengunggahnya ke medsos. Cek saja tagar #pisanggorengnugget yang jumlah unggahannya hampir menyentuh 5.000 foto. Cek juga tagar #pisanggorengnuggeterhits!

Tertarik menangkap peluang selagi market demand-nya seksi? (f)
 
Foto cover: Dok. @bananalicious_jkt


Baca juga:
Semula Dikira Gosong, Ini 5 Rahasia Nanik Soelistiowati Sukses Jualan Pisang Goreng Madu
Cara Instagram Membantu Anda Membangun Brand

 

 

Trifitria S. Nuragustina
-
Share This :

Trending

Related Article