Inovasi Produk

Tren Bisnis Wisata: Eco-Akomodasi Makin Dicari!

oleh Faunda Liswijayanti

Dok: Pexels

Penelitian yang dilakukan oleh Booking.com, sebuah aplikasi pemesanan akomodasi internasional, mengungkap bahwa kesadaran akan opsi akomodasi ramah lingkungan semakin meningkat. Hal ini seiring meningkatnya tren wisatawan global melakukan green traveling, sambil memastikan bahwa mereka melakukan wisata atau liburan yang berkelanjutan seperti dinyatakan oleh 87% wisatawan global dalam survei tersebut.

Meski trennya meningkat, baru empat dari 10 wisatawan global saja yang mengonfirmasi bahwa mereka sudah menjadi green traveler. Sekitar 48%-nya mengindikasikan bahwa mereka tidak pernah, jarang atau hanya kadang-kadang saja menjadi green traveler atau melakukan liburan yang berkelanjutan. Bukan karena tidak mau, tapi karena beberapa kendala yang mereka hadapi saat melakukan gaya traveling tersebut, mulai dari biaya, prasarana yang terbatas, hingga aturan yang belum jelas.

Gaya liburan yang berkelanjutan memiliki istilah subjektif dan konotasi yang berbeda-beda pula. Namun, bagi hampir setengah wisatawan (46%), 'liburan berkelanjutan' berarti tinggal di akomodasi ramah lingkungan atau hijau. Alasan utama mengapa mereka memilih akomodasi ramah lingkungan karena ingin membantu mengurangi dampak lingkungan (40%), merasakan kehidupan masyarakat lokal (34%), dan ingin merasa nyaman dengan pilihan akomodasi (33%).


Dok: Booking.com

Survei ini juga menunjukkan bahwa ke depan, lebih dari dua pertiga (68%) wisatawan berniat untuk tinggal di eco-akomodasi (2018). Angka tersebut naik jika dibandingkan tahun 2017 (65%) dan 2016 (62%). Bahkan pelancong India hampir sepertiga (32%) menyatakan bahwa mereka akan membayar 15% atau lebih untuk akomodasi ramah lingkungan. Menempatkan India diperingkat pertama, diikuti oleh Brasil (21%) dan Cina (18%).

Meski begitu, kurangnya sertifikasi kredibel yang berhubungan dengan eco-akomodasi misalnya, menjadi salah satu hambatan yang dirasakan para traveler ketika mencari akomodasi jenis ini. Sebagai solusinya, survei ini menunjukkan bahwa 40% traveler menginginkan situs pemesanan online yang menawarkan opsi filter ramah lingkungan, sementara 32% terus meminta standar internasional untuk mengidentifikasi akomodasi ramah lingkungan.

Kabar gembiran bagi pemilik bisnis eco-akomodasi, karena ke depannya Booking.com bermitra dengan Green Key, label ramah lingkungan yang diakui internasional, akan memilih properti dengan label eco-friendly. Dengan cara ini diharapkan dapat terus menjangkau para traveler yang mencari eco-akomodasi dalam perjalanannya.  

Tren ini tentunya bisa menjadi isyarat bagi para pemilik akomodasi untuk mengembangkan usahanya dengan konsep yang lebih eco-akomodasi karena peminatnya yang semakin bertumbuh.(f)

Baca Juga:
Wisata Pendidikan Ala Endenesia Eco-Travel
Membisniskan Traveling
Sukses Bisnis Homestay, Ini Kiatnya!

 

Faunda Liswijayanti
-
Share This :

Trending

Related Article