Keuangan

Sistem Bagi Hasil Usaha dengan Kerabat

oleh Wiko Rahardjo
Ajakan untuk berbisnis kerapkali datang dari keluarga. Sah-sah aja, Anda membangun bisnis bersama mereka. Namun yang harus menjadi perhatian adalah, berbisnis dengan keluarga tentu berbeda ketimbang berbisnis dengan orang lain. terutama dalam hal pembagian hasil.

"Saya sangat menyarankan keterbukaan dan kejujuran menjadi awal dari sebuah perjanjian bisnis," kata Ligwina Hananto, perencana keuangan dari QM Financial, memberikan sedikit tip buat Anda yang ingin memulai berbisnis dengan keluarga. . "Jika kedua belah pihak saling mengerti hak dan kewajiban masing-masing, maka masalah bisnis dengan saudara bisa kita minimalisir."

Jangan lupa, kata Ligwina, tentukan dulu peran Anda dan saudara Anda. "Misalnya, siapa yang menjadi investor, siapa yang mengurus manajemen usaha , an siapa yang melaksanakan operasional," ujarnya.  Setelah itu Anda bisa menentukan kontrak kerja seperti apa yang akan Anda lakukan bersama saudara Anda.

Misalnya, Anda sebagai pemilik dan saudara sebagai pegawai. Atau,  Anda dan saudara berkongsi bersama-sama dan setor modal sesuai kemampuan masing-masing. Bisa juga Anda sebagai investor dan saudara Anda yang mengoperasikan usaha – namun mendapatkan bagi hasil.

"Prinsipnya, semua dibicarakan di depan," kata Wina. Ini penting untuk menghindari pertikaian di tengah jalan. Si investor atau penyetor modal berhak atas pembagian laba. Yang menjalankan usaha, bekerja di dalam usaha, berhak atas upah kerja. "Bisa saja Anda dan saudara sama-sama menjadi investor dan sama-sama bekerja di dalam usaha tersebut. Jadi dapat dua-duanya, bagi hasil dan gaji."
Wiko Rahardjo

 

Wiko Rahardjo
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article