Kisah Sukses

Grace Tahir, Memimpin Bisnis Kesehatan

oleh Nuri Fajriati

Dok. RS Mayapada

Menurut survei global tahunan yang dilakukan Grant Thornton 2017 di 36 negara, Indonesia berada di posisi kedua setelah Rusia dalam proporsi jabatan senior yang dipegang oleh wanita.

Kesempatan dan kerja keras membuat posisi penting terbuka bagi siapa saja, termasuk wanita. Bagaimana
tantangannya? Berikut cerita Grace Tahir Direktur Rumah Sakit Mayapada dan co-founder dokter.id dan Medico.

Putri kedua dari Dato Sri Tahir, founder dari grup bisnis Mayapada, ini memulai kariernya sebagai direktur di Siloam Healthcare. Pada 2008, ia bergabung dengan Rumah Sakit Mayapada, dan sejak 2012 menduduki posisinya saat ini. Ibu dari tiga putri yang bergelar master of accounting dari University of Southern California ini juga menjadi co-founder dari dokter.id, sebuah platform digital untuk media konsultasi kesehatan dan Medico, software untuk sistem layanan kesehatan.

Menjadi penerus bisnis, bagaimana Anda membuktikan kemampuan memimpin?
Mempunyai ayah seperti Dato Tahir, di satu sisi intimidating, tetapi di sisi lain inspirational. Saya ambil positifnya, ayah seorang pekerja keras yang dalam tiap pekerjaannya ingin menjadi berkah bagi sekitarnya. Hal ini sudah ditanamkan sejak kecil. Ketika saya baru mulai bergabung dalam perusahaannya, memang banyak orang meragukan kemampuan saya. Tetapi, saya belajar rendah hati, banyak bertanya kepada kolega, dan mendengarkan pendapat karyawan. Intinya, banyak belajar dari mereka.

Apa tantangan wanita pemimpin di bisnis kesehatan?
Tantangannya adalah bagaimana healthcare bisa menjadi hak yang dimiliki oleh semua orang. Saya juga harus mengatur strategi agar dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi biaya, dan memberdayakan perawatan preventif. Saya merasa teknologi bisa jadi solusi. Saya bertanggung jawab kepada stakeholder, baik itu investor, klien, dan terutama karyawan. Inilah yang menjadi motivasi saya tiap hari.

Bagaimana gaya kepemimpinan Anda?
Saya terus menekankan integritas. Selain itu, saya juga belajar untuk mendengar masukan-masukan dari karyawan dan co-founders lainnya. Dengan cara ini, kita bisa melihat sisi lain yang mungkin belum terpikirkan.

Sebesar apa kesempatan wanita berkarier di bidang kesehatan?
Di bidang kesehatan ada banyak elemen, mulai dari perawat, dokter, sampai manajemen. Untuk menjadi yang terbaik di tiap bidang, ada skillset masing-masing, tetapi intinya adalah jangan puas diri dengan skillset yang kita miliki. Kita harus terus meng-upgrade diri kita. Bidang kesehatan terbuka banyak peluang bagi pekerja yang berkualitas, apalagi dengan pertumbuhan healthcare yang sudah mencapai double digit ini.

Apakah Anda menerapkan worklife balance?
Balance itu relatif dan menantang bagi wanita. Saya tidak mau ada business meeting di malam hari atau weekend, karena kegiatan keluarga dan agama. Konsekuensinya, saya kelewatan ikut acara-acara kerja yang mungkin bisa menguntungkan. Begitu pula ketika saya ada di kantor, ada banyak kegiatan anak-anak saya di sekolah yang harus saya lewatkan. Itu semua adalah opportunity cost. Jadi, tidak ada satu formula yang bisa menjadi solusi bagi tiap wanita. (f)

Baca Juga:
Bicara Tentang Kesehatan Dan Warisan Di BRI Priority Talk Medan
Perkembangan Industri Alat Kesehatan Dalam Negeri Meningkat 25,3%

 

 

Nuri Fajriati
-
Share This :

Trending

Related Article