Kisah Sukses

Klappertaart Dingin ala Hanna

oleh Wanita Wirausaha Femina
 
April lalu, di Bazar Wanita Wirausaha femina, terjadi kehebohan kecil. Ibu-ibu ramai mengantre di salah satu stan peserta bazar. ”Maaf, ya, stoknya baru datang 1 jam lagi!” seru seorang wanita, kewalahan. Wanita itu adalah Hanna Sukmaningsih (33), pemilik Hanna’s Klappertaart, yang jualannya termasuk paling laris manis hari itu. Bayangkan, belum pukul 12 siang, stok klappertaart dingin yang dibawanya sudah ludes tak bersisa. Ia sampai harus mengisi ulang lemari pendinginnya dua kali sebelum akhirnya ’menyerah’. Apa yang membuat Hanna’s Klappertaart begitu diminati banyak orang?
 
Rendah Kalori
 
”Tekstur kue yang lembut dan variasi topping yang menarik membuat produk klappertaart saya berbeda dari yang lain,” tutur Hanna, mengenai kelebihan klappertaart-nya. Perbandingan takaran, merek bahan berkualitas tinggi yang ia gunakan, juga adonannya, sangat pas.
 
Memang, di tangan Hanna, kue kelapa tradisional asal Manado ini jadi punya cita rasa baru. Klappertaart yang orisinal biasanya dipanggang dan disajikan hangat, dengan rum dan topping bubuk kayu manis serta kismis. Sedangkan klappertaart versi Hanna disajikan dingin, dengan topping mulai dari yang original, rum cokelat, keju, kacang almond, dan blueberry.
 
”Karena rendah kalori, blueberry menjadi rasa yang paling diminati pembeli, setelah yang original,” ungkap Hanna, yang mendapatkan sertifikat resmi dari ahli gizi untuk produk andalannya itu. Selain susu rendah lemak, Hanna juga menggunakan blueberry kalengan impor.
 
Menurut Hanna, zaman sekarang pembeli mulai kritis dalam membeli produk. ”Label low calorie tidak lagi ’ditelan’ mentah-mentah. Mereka mau bukti,” ujarnya, sambil menunjukkan boks Nutrition Facts pada setiap kemasan cup. Ia mengaku, ide untuk mengeluarkan klappertaart rendah kalori datang dari para pelanggan. ”Banyak wanita yang mengeluhkan berat badannya naik jika makan klappertaart,” kenang Hanna, tertawa.
 
Kelebihan klappertaart Hanna tidak hanya pada rasanya yang menggoyang lidah. Kemasannya pun menarik dan catchy, lengkap dengan label berbahasa Indonesia dan Belanda. Logo bergambar seorang koki berkumis dengan wajah sumringah menghias setiap kemasan.
 
Hanna’s Klappertaart ini merupakan hasil kolaborasi Hanna dan suaminya, Rico J. Ishak. ”Tadinya, saya tidak terpikirkan untuk menciptakan sebuah brand. Namun, lama-kelamaan ’gatal’ juga ingin membuat profil yang menarik. Jadi, tidak percuma, kan saya dulu sekolah desain grafis,” ujar wanita lulusan Universitas Trisakti tahun 1994 ini, sambil tersenyum.
 
Bakat desain Hanna tidak hanya terpakai sampai di situ. Setiap tahunnya, Hanna’s Klappertaart mengeluarkan rasa baru yang disesuaikan dengan ’musim’. Misalnya, klappertaart dengan rasa strawberry-marzipan untuk hari Valentine, peach-orange untuk tahun baru Imlek, cokelat kurma untuk Lebaran, dan kiwi-strawberry untuk Natal. Setiap rasa baru keluar dengan flyer warna-warni yang dirancang Hanna sendiri. ”Biasanya, seasonal flavour ini hanya ’beredar’ selama 1,5 bulan. Dan, karena banyak peminat, pemesanan harus dari jauh-jauh hari,” sarannya.
 
Hanna's Klappertaart:
• Jl. Kayu Putih I No. B2, Jakarta Timur
• Ranch Market Pondok Indah, Jakarta Selatan
• Resto Dapoer Ciragil, Jl. Gandaria No. 41 Jakarta Selatan
• The Food Hall Plaza Senayan, Senayan City, Pondok Indah Mall 2, Grand Indonesia, Plaza Indonesia, Mall Kelapa Gading 3
 
Info dan pemesanan:
0818-838255, 021-70887494
E-mail: hanna@klappertaart.com
 
 

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article