Keuangan

Manajemen Keuangan Bisnis

oleh Wanita Wirausaha Femina

Pada 30 Januari lalu, Ernst & Young (EY) menyelenggarakan Professional Entrepreneurship workshop. Strategic Growth Market Representative EY Indonesia, Jongki D. Widjaja  berbagi ilmu mengenai bagaimana cara mengelola keuangan yang baik untuk memajukan bisnis khususnya yang dikelola oleh pebisnis wanita. Menurut Jongki, ada 5 prinsip dasar yang patut dipegang dalam menjalankan suatu bisnis, yaitu:
1. Perusahaan harus mampu memberikan keuntungan sehingga bisa melakukan ekspansi, memulai investasi baru lainnya dan untuk simpanan finansial.
2. Memonitor perkembangan usaha yang ideal yaitu profit yang terus meningkat tiap tahunnya walaupun jumlahnya sedikit.
3. Memperhatikan masalah utang piutang.
4. Mengakomodasi seluruh kebutuhan stakeholders, entah itu pemilik saham, pegawai, pemerintah ataupun seluruh elemen lainnya yang terlibat dalam bidang usaha tersebut.
5. Mengatur dan mencatat keluar masuknya aliran dana dengan cermat dan teliti.

Kemudian untuk mencapai pertumbuhan yang baik dalam suatu bisnis, ada 7 hal yang perlu diperhatikan, yakni:
1. Mensinergikan visi dan misi para stakeholders,misalnya dengan memberikan support atas keinginan dan harapan pemilik usaha, beradaptasi dengan karyawan yang berasal dari generasi yang berbeda-beda, melakukan analisis jumlah profit setiap tahun untuk merencanakan strategi bisnis berikutnya.
2. Memanfaatkan teknologi digital untuk analisa perusahaan, misalnya melakukan conference call via skype untuk melakukan rapat dengan seluruh kepala cabang di kota yang berbeda agar lebih efisien.
3. Melakukan evaluasi rutin dari segi operasional bisnis.
4. Mencari tahu keinginan dari pangsa pasar.
5. Setiap risiko bisnis bisa diantisipasi dengan bantuan tim legal dan management risk.
6. Mengambil keputusan untuk bermitra atau tidak. Idealnya, memiliki partner bisnis dengan variasi keahlian yang bermacam-macam. Misalnya, partner yang memahami strategi bisnis, financial business partner, partner yang ahli dalam hal menyangkut hukum, partner yang pintar bernegosiasi, dan lainnya.

Tak hanya mempersiapkan produk, strategi dan mitra bisnis saja, namun yang tak kalah penting adalah mempunyai tata kelola keuangan yang baik. Jongki mengatakan untuk mendukung kelangsungan usaha, para pemilik bisnis harus disiplin mencatat cashflow dengan detail dalam laporan keuangan, sehingga tidak akan bermasalah dengan pembayaran pajak. Pada hakikatnya, laporan keuangan yang lengkap terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan.

“Catatan keuangan ini penting untuk membuat perencanaan efektif, pengawasan dan pengambilan keputusan oleh manajemen sekaligus merupakan bentuk pertanggungjawaban organisasi kepada para investor, kreditur, badan pemerintah, dan sebagainya,” tutur Jongki.
Lebih lanjut Jongki menyebutkan bahwa ada 4 proses penyusunan laporan keuangan yang harus diperhatikan untuk membuat pondasi finansial yang kuat. “Dimulai dari menentukan periode fiskal, membuat daftar transaksi dan akun-akun yang terlibat, membuat jurnal lalu baru diposting ke buku besar,” jelas Jongki.

Woro Hartari Trianti

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article