Marketing & Services

Menyiapkan Pelaku Usaha Lebih Tangguh Menghadapi Tatanan Baru

oleh Desiyusman Mendrofa

Foto: Shutterstock


Penurunan permintaan secara signifikan menjadi permasalahan utama yang mempengaruhi perekonomian industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah pandemi COVID-19 ini.
 
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop), terdapat 1.785 koperasi dan 16.313 KUKM yang terdampak pandemi COVID-19, dikutip dari kontan.co.id.
 
Melihat kondisi ini, Instagram dan Kreavi, dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengadakan diskusi virtual seputar cara menjaga kelangsungan bisnis di tengah pandemi dan menyesuaikan strategi bisnis untuk bersiap memasuki situasi normal baru pada hari Kamis, 4 Juni 2020 lalu.
 
Acara Akademi Instagram #BicaraBisnis tersebut disiarkan secara LIVE di Facebook Page Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah.  
 
Pieter Lydian, Country Director untuk the Facebook Company di Indonesia mengatakan bahwa UMKM selalu menjadi bagian penting bagi Instagram. Oleh karena itu, pihaknya senantiasa mengembangkan berbagai fitur dan inisiatif baru yang bertujuan untuk membantu mereka mengembangkan bisnis.
 
“Akademi Instagram #BicaraBisnis merupakan salah satu bentuk komitmen kami dalam mencapai hal tersebut. Bersama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan mitra kreatif kami, Kreavi, kami berharap kegiatan ini dapat membantu membekali para pelaku UMKM dengan tips dan trik bisnis praktis seputar cara memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Instagram untuk beradaptasi dan mempersiapkan diri dalam menghadapi situasi normal baru akibat pandemi COVID-19,” katanya.
 
Adapun beberapa pelaku bisnis UMKM yang turut menjadi pembicara dalam acara ‘Akademi Instagram #BicaraBisnis bersama Ganjar Pranowo’, antara lain Rowland Asfales (Instapreneur, Founder Pijakbumi - salah satu lulusan terbaik Akademi Instagram), Widya Sesarika (Founder THESTEDDY KNITWEAR), dan Merryo Setyawan (Founder Joei Patisserie).
 
Ganjar Pranowo, mengungkapkan bahwa di Jawa Tengah, dari sisi aset UMKM 13 persen menurun dan omzet menurun hingga 45,7 persen. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelontorkan modal untuk para pelaku UMKM sebesar Rp10 miliar. Modal itu dipergunakan untuk memproduksi masker.
 
Selain memberikan modal, pihaknya juga ikut mendampingi pelaku UMKM, dimana beberapa bisnis yang produknya tidak laku seperti penjual makanan, dialihkan untuk memproduksi masker kain.
 
Ganjar menambahkan bahwa pemerintah Indonesia tengah menyusun skema penerapan situasi normal baru di beberapa wilayah Indonesia sebagai salah satu upaya untuk mendorong pemulihan ekonomi.
 
Di Jawa Tengah sendiri, pihaknya juga terus berusaha menyosialisasikan dan mempersiapkan masyarakat Jawa Tengah agar mereka bisa lebih siap menghadapi situasi normal baru.
 
“Kami menyambut positif penyelenggaraan program Akademi Instagram #BicaraBisnis ini yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bisnis digital para pelaku UMKM di Jawa Tengah. Kami harap program ini dapat membantu mereka menyiapkan strategi bisnis yang lebih efektif untuk kembali bangkit dalam menghadapi situasi normal baru. Semakin banyak UMKM yang terinspirasi untuk memulai bisnis di Instagram, dan memaksimalkan penggunaan Instagram untuk mengembangkan bisnis mereka,” kata Ganjar.
 
Dalam kesempatan yang sama, Widya Sesarika yang merupakan salah satu pelaku UMKM dari Jawa Tengah mengatakan bahwa pada dasarnya produknya merupakan pakaian rajut yang biasa dibeli konsumen untuk digunakan saat naik gunung atau saat berlibur ke luar negeri di suhu dingin.
 
Untuk bisa survive, Widya mempelajari gaya konsumen dan mengamati kebutuhan mereka selama di rumah. Pihaknya pun memproduksi pakaian yang bisa dipakai di dalam rumah dengan bahan yang tidak terlalu tebal, dan enak dipakai sehari-hari.
 
“Mengingat sebagian besar orang berada di rumah, maka kami membuat pakaian yang memberikan rasa nyaman saat berada di ruangan ber-AC,” katanya.  
 
Melalui acara tersebut, para peserta dapat mempelajari tips dan trik bisnis praktis langsung dari beberapa pelaku UMKM yang dapat segera diimplementasikan oleh para pelaku UMKM lainnya di daerah Jawa Tengah maupun seluruh Indonesia. (f)

Baca Juga:

Cegah Penyebaran COVID19, Produsen dan Pengantar Harus Menjamin Keamanan Pangan

Jangkau Calon Pelanggan Lebih Luas, Pasang Iklan di Media Sosial

Linda Anggrea, Pendiri Buttonscarves Andalkan Facebook untuk Memperluas Pasar

 

 

Desiyusman Mendrofa
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article