Marketing & Services

Wabah Virus Corona (Covid-19) Pengaruhi Ekonomi, Ini Saran Pakar Marketing

oleh Desiyusman Mendrofa

Foto: Pixabay

Wabah Covid-19 tidak hanya menimbulkan jatuhnya korban jiwa, tapi juga membawa dampak buruk terhadap ekonomi di seluruh dunia.
 
McKinsey, perusahaan konsultan manajemen multinasional dalam sebuah makalah yang diterbitkan di www.mckinsey.com pada awal Maret 2020 memaparkan bahwa sektor penerbangan, pariwisata, hospitality, otomotif, consumer goods, dan consumer electronics sebagai sektor yang paling terdampak oleh virus yang pertama kali ditemukan di Wuhan, Cina ini.
 
Pengamat konsumen & pakar marketing, Yuswohady lewat tulisannya yang ia tulis di blog pribadinya, www.yuswohady.com menjelaskan bahwa di tengah krisis Corona, banyak pula bisnis yang justru meraup banyak rezeki. Misalnya Netflix yang beberapa bulan terakhir justru panen dan sahamnya melonjak tajam. Alasannya karena tidak banyak orang ke luar rumah, solusinya adalah nonton film di rumah. 
 
“Produsen alat-alat pelindung (masker) dan sanitasi, suplemen daya tahan tubuh, hingga pasar swalayan menikmati keberuntungan yang sama karena melonjaknya permintaan,” katanya. Di tengah “shop from home” trend akibat virus Corona, toko online beberapa hari terakhir justru makin booming.
 
Yuswohady memberikan saran bagaimana sebaiknya marketer menjalankan strategi di tengah kepanikan konsumen akibat virus Corona.  
 
1/ “Tiarap”, Jangan Jualan
Bahkan ketika diuntungkan oleh bencana virus Corona, Anda tidak boleh terlalu berlebihan jualan (hardsell). Anda harus tetap “tiarap”. Kenapa? Karena ini adalah saat kedukaan. Saat dimana semua orang dirundung ketakutan dan kecemasan. Tone jualannya haruslah suportif dan mengandung semangat kepedulian dan empati. 
 
“Jangan sampai muncul kesan brand Anda mengeksploitasi keadaan. Apa kata dunia, saat semua orang dirundung kesusahan, brand Anda justru jor-joran jualan memanfaatkan keadaan yang bagi kebanyakan orang sangat mencemaskan. Jangan sampai tercipta persepsi bahwa brand Anda mengambil keuntungan dari kondisi sulit yang terjadi,” katanya.
 
Ingat, di tengah krisis Corona, masyarakat yang diliputi kecemasan bisa sangat sensitif. Dalam kondisi seperti itu, promosi berlebihan bisa berujung bully atau hujatan di media sosial. Dan kalau sudah begitu, maka brand reputation Anda di ujung tanduk.
 
2/ It’s Time for Empathy
Di tengah kepanikan dan kesusahan banyak orang, ini adalah saat yang pas bagi brand untuk berempati. 
 
Jangan sekali-sekali menjadikan musibah ini untuk eksperimen gimik marketing apalagi menjadikannya sebagai bahan guyonan seperti dilakukan si pedangdut asal Banyuwangi yang menyanyikan lagu berjudul “Corona” diplesetkan menjadi “Comunitas Rondo Merana”. Sebaliknya, brand justru harus menunjukkan empati dan keseriusan untuk menjadi bagian dari solusi bagi musibah ini. 
 
3/ Menjadi Solusi
Saat-saat seperti ini adalah saat yang paling tepat untuk menunjukkan bahwa perusahaan Anda adalah corporate citizen yang baik. Inilah waktu yang tepat untuk menjalankan program corporate social responsibility dengan aktif menjadi solusi sosial bagi permasalahan masyarakat di tengah krisis Corona. 
 
Di tengah melonjaknya harga masker karena tingginya permintaan dan adanya oknum penimbun barang, awal Maret lalu, Apotik Kimia Farma mengeluarkan pengumuman yang empatik. Harga masker di seluruh Apotik Kimia Farma tetap Rp. 2000.
 
Untuk pemerataan, Apotik Kimia Farma membatasi penjualan masker sebanyak dua masker per orang. Dan apotik plat merah ini menjamin bahwa pasokan masker akan cukup sehingga masyarakat tetap bisa mendapatkannya dengan harga yang wajar. 
 
“Langkah Apotik Kimia tersebut merupakan solusi di tengah kelangkaan masker saat itu. Hal ini punya dampak positif bagi brand dan menimbulkan simpati di kalangan konsumen dan masyarakat luas,” ujarnya.
 
Facebook pun mencoba menjadi solusi dengan memerangi apa yang disebut “infodemic” yaitu informasi tidak benar mengenai virus Corona yang begitu mudah viral di media sosial dan menjadikan musibah Corona kian runyam. Seperti halnya langkah Apotik Kimia Farma, langkah empatik ini tentu akan membentuk citra positif bagi brand Facebook. (f)
 
Baca Juga:
 
MESIN KOPI MEWAH RAMAH LINGKUNGAN
 
5 ALASAN KENAPA BISNIS ASURANSI COCOK UNTUK WANITA
 
MEMASANG IKLAN SEMUDAH BELANJA DI E-COMMERCE
 

 

Desiyusman Mendrofa
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article