Kewirausahaan

Meniru VS Terinspirasi

oleh Wanita Wirausaha Femina

Terinspirasi boleh, copy paste jangan. Misalnya, banner di depan pintu masuk tulisannya ‘Special Dimsum’. Tapi, karena steak sedang digemari, jadi ikut jual steak juga. Cuma cari gampangnya saja. Boleh, kok, terinspirasi dari apa yang sudah dilakukan kompetitor. Tapi, jangan menirunya 100%. Tak ada salahnya menerapkan ATM (amati, tiru, modifikasi) demi kelangsungan bisnis. Sayangnya, di Indonesia akhirnya jadi ATP (amati, tiru, plek). Kalau terbiasa melakukan ATM, nantinya Anda juga akan ditiru oleh orang lain. Masa, sih, tidak ingin membuat sesuatu yang kreatif gagasan sendiri? 


Lalu, apa perbedaan antara meniru dan terinspirasi? Misalnya begini, sejak lebih dari setahun lalu acara masak-memasak berbentuk reality show di televisi menjamur. Akibatnya, tempat kursus memasak menjadi salah satu yang diburu konsumen. Anda pun ingin membuka layanan kursus masak di restoran Italia milik Anda. 


Kalau hanya membuka kursus masak biasa, Anda tak ubahnya dengan meniru. Anda lalu berpikir untuk membuka kursus masak khusus untuk anak-anak. Ide bikin kursus masaknya, sih, bukan Anda yang pertama kali menelurkan. Tapi, Anda membuatnya jadi berbeda. Inilah yang disebut terinspirasi.(f)

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article