News

Indonesia Brand Forum 2020, Membedah Model Bisnis dalam Pandemi COVID-19

oleh Desiyusman Mendrofa

Foto: Dok, IBF 2020



Pandemi COVID-19 membawa perubahan pada sejarah umat manusia. Dampaknya terasa di berbagai aspek, termasuk perekonomian dunia. Ada industri yang justru menggeliat karena dapat memanfaatkan momentum, namun lebih banyak industri tumbang.

Memasuki new normal, kita berada pada lanskap bisnis harus berubah menyesuaikan perilaku konsumen yang berubah seiring protokol kesehatan yang harus dipatuhi.
 
Di tengah situasi demikian, perusahaan harus bertindak strategis. Mereka dituntut mencermati kondisi internal, yaitu mengkaji lagi relevensi banyak hal dalam dirinya, termasuk model bisnis dan strategi bisnisnya.Sementara dalam aspek eksternal, perusahaan perlu mengkaji kembali ekosistem, perubahan consumer behaviour, rantai pasok, dan kepentingan stakeholders lainnya.
 
Pada intinya pengusaha dituntut untuk melakukan tindakan survival, melakukan recovery secara taktis, dan akhirnya menciptakan growth momentum kembali. Salah satunya adalah melihat kembali satu kekuatan asetnya, yaitu brand.
 
Menyelamatkan dan membangun kembali brand di masa new normal adalah agenda terbesar bagi setiap pemimpin bisnis, marketers, dan entrepreneurs.
 
“Untuk sukses mengarungi new normal, ada tiga langkah strategis yang harus dilakukan perusahaan yaitu bangkit (rebound), merombak total DNA dan model bisnis (reboot), dan kemudian terlahir kembali (reborn) menjadi brand baru yang fresh dan relevan dengan situasi baru,” ungkap Yuswohady, pengamat pemasaran dan inventure.
 
Beberapa perusahaan berhasil memanfaatkan momentum pandemi COVID-19 untuk tumbuh semakin kuat. Mereka memanfaatkan momentum dengan memperluas basis pasar, meraih konsumen ketika terjadi social distancing, mencari keamanan, dan menjalankan apa yang disebut low touch economy (minimnya sentuhan fisik).
 
“Dalam situasi seperti sekarang, memang banyak pemilik merek yang struggling. Namun banyak pula yang mendapatkan momentum untuk tumbuh. Persoalannya, bagaimana mereka memanfaatkan momentum ini sehingga sustainable. Ini adalah critical moment bagi sejumlah pemilik merek,” ujarnya.
 
Guna membedah langkah strategi di atas, Indonesia Brand Forum (IBF) 2020 akan digelar pada 30 Juni hingga 2 Juli 2020. Ini adalah ajang bertemunya para pemilik brand untuk saling berbagi best practices di industrinya masing-masing. Dalam kesempatan ini kita juga akan mendengarkan paparan para ahli serta pengamat dunia pemasaran mengenai tren bisnis dan pemasaran
 
IBF 2020 adalah pelaksanaan IBF yang keempat. Berbeda dengan acara sebelumnya, IBF kali ini digelar secara webinar. Acara yang akan menghadirkan Arief Yahya, mantan Menteri Pariwisata sebagai keynote speaker ini akan menghadirkan 36 pembicara yang datang dari beragam industri. Sebagian besar dari mereka merupakan pemimpin perusahaan bergengsi di Indonesia.
 
“Ini merupakan branding conference paling komprehensif di masa pandemi yang membahas lebih dari 40 branding topics dan industry comeback di era new normal,” kata Yuswohady yang juga menjabat chairman IBF 2020.(f)

Baca Juga:
Meningkatnya Tren Pesanan Makanan dan Belanja Online di Masa PSBB, Penyumbang Terbesar Sampah Rumah Tanga

Cloud Kitchen, Solusi UMKM Kuliner Hadapi Tantangan Bisnis di Tengah Pandemi

Cara 3 Wanita Wirausaha Muda Sukses Jeli Membaca Peluang Bisnis di Tengah Pandemi COVID-19



 

 

Desiyusman Mendrofa
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article