News

Perluas Pasar UMKM Dengan Go Online

oleh Prima Sabrina


Foto: Pixabay

 

Pemberdayaan UMKM di tengah arus globalisasi dan tingginya persaingan membuat UMKM harus mampu menghadapi tantangan global, seperti meningkatkan inovasi produk dan jasa, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran.
 
Sejak pertengahan tahun 2017 Direktorat Jendral Aplikasi Informatika (Ditjen Aptika) Kementerian Komunikasi dan informatika RI  mengadakan Program Fasilitasi 8 juta Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Go Online. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong 8 juta UMKM Indonesia masuk ke dalam platform pasar online, sehingga membuka peluang pasar baru bagi UMKM di Indonesia, baik di ranah regional maupun global. Dengan memadukan sistem penjualan online dan offline, bisnis UMKM diharapkan dapat menjangkau lebih banyak konsumen dan tingkatkan potensi penjualan.
 
Metode yang dilakukan Kementerian Kominfo untuk menggaet UMKM khususnya pengusaha mikro adalah dengan cara on boarding atau mendatangi pelapak untuk dibuatkan akun di aplikasi Marketplace agar mereka bisa berjualan online. Cara ini bekerjasama dengan sejumlah marketplace antara lain Bukalapak, Blibli.com, Tokopedia, Shopee, Blanja, dan Grab Food.

Kegiatan on boarding terutama dilakukan bersamaan dengan “Grebeg Pasar” yaitu aktivitas yang dibantu pandu digital berupa tatap muka dengan pedagang di pasar-pasar rakyat tingkat kabupaten/ kota untuk mengajari dan membantu berjualan online.

Beberapa tujuan kegiatan Grebeg Pasar adalah sebagai berikut;

1/ Membantu pelaku usaha mikro dan kecil di pasar-pasar rakyat untuk digitalisasi usaha (onboarding).
 
2/ Melakukan literasi dan edukasi teknis kepada pelaku usaha mikro dan kecil dalam pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi.
 
3/ Memberi konsultasi administrasi dan teknis kepada pelaku usaha mikro dan kecil tentang pengembangan usaha berupa manajemen produk, pemotretan produk dan pembuatan pembukuan usaha.

4/ Memberi dorongan atau stimulasi bisnis kepada pelaku usaha mikro dan kecil untuk aktif dalam transaksi online.
 
5/ Mendapatkan data pelaku usaha mikro dan kecil yang valid untuk dijadikan bahan perencanaan, evaluasi dan monitoring bagi pemerintah guna merancang peraturan undang-undang keamanan dan kenyamanan dalam transaksi digital.
 
Ditargetkan kegiatan ini dapat menjangkau setidaknya 2.000 pedagang pasar atau pelaku UMKM di satu kabupaten/kota. Sejumlah pasar yang telah menjadi target Grebeg Pasar, antara lain pasar Bringharjo Yogyakarta, pasar 16 Ilir Palembang, pasar Jatinegara Jakarta, dan lain-lain. (f)

 

Prima Sabrina
-
Share This :

Trending

Related Article