News

Tingkatkan Nilai Ekonomi Pengrajin, Bank BCA Gunakan Tenun Ikat untuk Seragam Perusahaan

oleh Desiyusman Mendrofa

Foto: DES
 
Indonesia kaya akan kain-kain tradisional seperti batik, songket serta tenun ikat. Namun, hanyalah batik yang sangat terkenal, baik di dalam maupun luar negeri.

Didiet Maulana, fashion designer dan pendiri IKAT Indonesia mengatakan bahwa tenun ikat terdapat di 29 provinsi di seluruh Indonesia dengan ciri khas dan  masing-masing mengandung nilai filosofi di setiap motifnya.

“Bila diperkenalkan lebih intens, dan digunakan oleh banyak orang maka akan membawa manfaat bagi para penenun yang tentunya akan berdampak pada perekonomian bangsa kita,” kata Didiet dalam acara peluncuran seragam Bank BCA bermotif tenun ikat di Jakarta beberapa waktu lalu.

Untuk memperkenalkan, menjaga warisan budaya bangsa, dan juga meningkatkan nilai perekonomian para pengrajin, Bank BCA pun berinisiatif untuk menggunakan tenun ikat pada seragam perusahaan yang akan dikenakan sekitar 80.000 karyawan. Tenun ikat yang digunakan Bank BCA adalah tenun ikat khas Troso, Jepara, Jawa Tengah. Untuk memproduksi seragam ini, Bank BCA mengandeng Didiet Maulana.

Didiet mengungkapkan, untuk proses produksi seragam perusahaan BCA, membutuhkan waktu sekitar dua tahun mulai dari mendesain, mencari tenun ikat yang cocok hingga proses proses. Tenun ikat yang dibutuhkan pun sangat besar, sekitar 45.000 meter kain. Produksinya dikerjakan oleh sekitar 2.500 penenun.

“Kami berharap inisiatif ini akan membuat tenun ikat semakin dikenal dan mendunia seperti halnya kain batik,” kata Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA. (f)

Baca Juga:

Eksplorasi Kain Tenun Baduy

5 Kunci Sukses Novita Yunus Membawa Batik Ke Mancanegara
 

 

Desiyusman Mendrofa
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article