SDM

Meningkatkan kualitas Human resources

oleh Wanita Wirausaha Femina


CV Sri Djaya Bali, Perusahaan milik Katrin Suthajaya yang sudah 15 tahun malang melintang di industri garmen ini tahu betul ketatnya persaingan, baik di pasar Indonesia maupun luar negeri. Berbagai krisis pernah menerpa perusahaan asal Bali ini. Faktanya, mereka masih bertahan hingga saat ini bahkan terus mengalami lonjakan produksi dan penjualan. “Pondasi kami adalah tim kerja yang kuat,” ujar Katrin.

Saat awal membangun bisnis, yang ada dibenak Katrin adalah bagaimana mempersiapkan sumber daya manusia yang bagus dan kuat. “Karena ini merupakan aset untuk mengembangkan perusahaan,” ujarnya.

Mempersiapkan tim kerja yang kredibel dan berkualitas ini memang tidak segampang yang dibayangkan.Seperti yang pernah dialami oleh Anne Patricia Sutanto, Vice Chief Executive, PT Pan Brothers Tbk. Menurutnya, tahun 1997, ketika ia pertama kali dipercaya untuk memimpin Pan Brothers, banyak karyawan yang tidak memercayainya. “Alasannya sederhana,” kata Anne. “Karena saya ketika itu masih sangat muda, sehingga karyawan meragukan kemampuan saya.”

Mendapat penolakan dan tidak dipercaya oleh karyawan tentu bukan sesuatu yang menyenangkan. Apalagi karyawan merupakan aset andalan perusahaan untuk berkembang. Tapi bagi Anne rupanya itu bukan suatu penghalang. Ia lalu berbicara langsung kepada karyawan yang mengajukan penolakan. “Saya katakan bahwa untuk menjalankan perusahaan ini saya membutuhkan kepercayaan dari karyawan,  dan juga harus memercayai akan kemampuan mereka,” ceritanya. “Dan untuk membangun kepercayaan tersebut, dibutuhkan waktu.”

Kala itu, Anne juga tak ragu untuk bersikap tegas. “Saya katakan jika kalian tidak ingin bekerja sama dengan kami, maka kalian boleh pergi,” katanya. Nyatanya, ketika terjadi kerusuhan Mei 1998, karyawannya justru pasang badan melindungi kantor perusahaannya dari amuk massa. Sejak itu Anne mengaku semakin memercayai dan mencintai karyawannya. Hasilnya, kini Pan Brothers menjadi salah satu perusahaan Indonesia yang memiliki laju pertumbuhan positif.

Membenahi kualitas sumber daya manusia untuk mempercepat perkembangan bisnis juga menjadi kunci dari kesuksesan LightHouse Weight Control Clinic. Perusahaan yang bergerak di layanan penurunan berat badan milik Grace Judio-Kahl ini berdiri sejak 2004 dan kini sudah memiliki 6 cabang. “Awalnya, saya tak pernah berpikir untuk menjadi entrepreneur  dan harus mengelola klinik sebanyak itu,” kata Grace. Tak heran, saat awal membuka klinik pertamanya, ia adalah satu-satunya dokter yang menangani pasien. Ia juga tak membangun manajemen seperti layaknya sebuah perusahaan. “Lama-lama pasien saya semakin banyak dan saya semakin kewalahan,” kata Grace.

Ia lalu mulai berpikir untuk lebih ‘serius’ menjalankan bisnisnya tersebut. “Saya mulai merekrut dokter-dokter junior, membentuk manajemen yang lebih terstruktur serta memperbanyak tenaga ahli di bidang manajemen tersebut,” katanya. Grace juga kemudian mulai menerapkan standar pelayanan. “Fokus kami adalah bagaimana membuat pasien merasa puas, karena itu perlu standar dan visi yang sama antara satu departemen dengan departemen lain dalam perusahaan."

Untuk mencapai standar dan visi tersebut, Grace terlebih dahulu meningkatkan  kualitas karyawannya. “Saat semua sudah terbentuk, kami siap bersaing,” tuturnya.
 
Wiko Rahardjo
 

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article