Notice: Undefined offset: 0 in /mnt/data/web/pages/article.php on line 15

Ussy Sulistiawaty, Merambah Bisnis Sabun dan Lotion

oleh Wanita Wirausaha Femina

Foto: dok. Feminagroup

Dengan bermodalkan dua produk unggulan, sabun dan lotion, Ussy Sulistiawaty (36) meluncurkan produknya dengan nama brand Dissy, pada Mei 2013. Satu tahun kemudian, Ussy mulai merambah produk kosmetik, seperti lipstik, bedak, dan lip med. Hingga Kini, produk Dissy telah mencapai 100 item dan semuanya sudah terdaftar di Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta bersertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).  

Ide bisnis ini mulai muncul pada tahun 2012. “Kala itu saya senang sekali memakai sabun dan lotion merek terkenal. Namun,  tiap kali habis, saya merasa sayang telah mengeluarkan uang sekitar Rp200.000,” ungkapnya. 

Bersamaan dengan itu, suaminya, Andhika Pratama (30), dikontrak oleh salah satu brand body care lokal dengan bayaran yang cukup mahal, padahal tugasnya hanya berkunjung ke beberapa kota dan harga produk itu hanya sekitar Rp20.000-an. Dari sanalah Ussy mulai melihat bahwa memproduksi produk kosmetik dan body care sangat menjanjikan.

Berangkat dari keinginan tersebut, ia dan Andhika mulai blusukan mencari tahu bagaimana cara membuat sebuah brand kosmetik sekaligus mencari pabrik yang bisa meramu bahan-bahan sesuai dengan formula yang diharapkan. Ussy pun mengaku  makin semangat menggeluti bisnis ini karena  makin banyak teman sesama artis yang mendirikan bisnis. 
Hingga saat ini, produk-produk Dissy diproduksi di beberapa pabrik, dalam negeri dan luar negeri. Khusus di Indonesia, Ussy bekerja sama dengan tiga pabrik. Sementara untuk beberapa produk lainnya, seperti pensil alis, diproduksi di luar negeri.

Untuk menciptakan formula, Ussy menggunakan jasa ahli dari pabrik tempat ia bekerja sama. Formula yang diciptakan semuanya sudah melalui proses uji coba dan termasuk produk yang ia sukai. “Inspirasinya bisa dari mana saja, biasanya dari produk luar yang sedang hits,” ungkap Ussy. Meski begitu, ada pula produk-produk yang ia kreasikan dari hasil obrolan dengan teman-temannya, seperti kuteks halal.

Ussy mengakui, kualitas adalah hal utama jika ingin bersaing di pasar kosmetik yang sudah banyak pemainnya. Maka, demi menjaga kualitas, semua produk diawasi sangat ketat oleh Ussy. Produk contoh, ia uji coba selama 1 bulan. Setelah itu,  produk contoh tersebut didaftarkan di BPOM untuk dilakukan pengujian. Kira-kira dibutuhkan waktu sekitar 3-4 bulan sebelum dinyatakan layak edar.

Sebagai artis, namanya sudah cukup dikenal. Hal ini diakui Ussy menjadi keuntungan tersendiri, karena turut mendongkrak minat beli masyarakat pada produknya. Namun, ia mesti memperkenalkan kepada masyarakat bahwa Dissy merupakan produk miliknya sendiri. “Selama ini masyarakat tahunya bahwa para artis hanyalah sebatas brand ambassador,” katanya.

Dengan harga jual produknya yang sekitar Rp28.000 hingga yang termahal Rp110.000, Ussy memasarkan Dissy secara  online dan offline. Produk Dissy telah tersedia di beberapa toko kosmetik di beberapa kota, seperti Surabaya, Medan, Makassar, dan Palembang. “Produk Dissy kami masukkan ke toko kosmetik dan menempatkan beauty assistant (BA) di  tiap toko,” tuturnya. 

Dengan jumlah karyawan yang telah mencapai 100 orang, Ussy berharap ke depannya produk Dissy memiliki pabrik sendiri untuk menciptakan produk-produk berkualitas, tapi terjangkau, sehingga pelanggan merasa puas. (f)

Artikel ini pernah dipublikasikan di www.femina.co.id
Baca Juga:
Lizzie Parra, Dari Beauty Blogger Menjadi Beautypreneur
Setelah Melahirkan, Kylie Jenner Merilis Kosmetik Baru Bersama Kourtney Kardashian

 

Tim Wanwir
Femina Indonesia
Share This :

Trending

Related Article